"Goyang Mang", sapaan Putri Malam ini sempat akrab di telinga masyarakat pemirsa televisi tahun 2000-an. Setelah menyapa, Sang Putri Malam lalu bergoyang mengikuti rampak gendang jaipong.
Melly Zamri, sosok di balik topeng Sang Putri Malam mengaku, dalam bergoyang ia sering berimprovisasi. Tapi tentunya tidak terlepas dari ketukan gendang jaipong yang jadi dasar setiap gerakannya.
Lantas bagaimana jika goyang, gitek, dan geol atau 3G yang jadi ciri jaipong itu dibatasi? "Tentu tidak akan maksimal. Karena ketiga gerakan itulah yang menjadi ciri khas jaipongan. 3G itu ruh dari jaipongan," kata Melly Zamri saat berbincang-bincang dengan detikcom.
Melly, yang juga seorang koreografer tari, secara terang-terangan mengaku tidak kepikiran bila harus membuat tari jaipong yang minim goyang, gitek dan geolan. "Waduh gue bingung juga mikirnya. Kalau gerak tari jaipong dibatesin. Karena ciri khas jaipong itu di goyangan dan geolannya," aku Melly.
Belakangan pembatasan 3G di tari jaipong jadi pembicaraan hangat di wilayah Jawa Barat, daerah asal seni tari tersebut. Pasalnya, ada imbauan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, supaya para penari jaipongan tidak terlalu mengumbar gerakan 3G.
Alasan Heryawan, banyak masyarakat di Jawa Barat yang risih melihat goyangan penari jaipong. Apalagi goyangan jaipong selama ini dianggap berpotensi mengundang syahwat.
Imbauan itu disampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar Herdiwan. Batasan yang diinginkan sang gubernur, kata Herdiwan, para penari jaipong diminta menutup ketiaknya dan mengurangi goyang, gitek dan geolnya dalam setiap pertunjukan.
"Yang tidak sreg tidak hanya gubernur, sebagian masyarakat juga dikatakan ada yang terganggu dengan penampilan penari jaipong. Terutama goyangan si penari," ujar Herdiwan.
Karena dianggap sebagai tarian pengumbar syahwat, sempat tersiar kabar di kalangan seniman Jawa Barat, kalau gubernur akan mengeluarkan SK atau peraturan. Tapi informasi itu buru-buru dibantah Herdiwan.
"Tidak ada larangan tari jaipong. Itu tidak benar. Saya sudah cek ke Sekretariat Daerah Pemprov tidak ada SK atau Pergub soal itu," sanggahnya.
Namun penjelasan Pemprov Jabar tidak begitu saja melegakan hati para seniman jaipong. Mereka khawatir ekses bisa berdampak pada pelarangan tari jaipongan oleh para pejabat di tingkat bawah. Dan tidak mustahil imbauan itu diartikan sebagai pelarangan oleh pejabat di bawah gubernur.
"Kami khawatir imbauan gubernur ditafsirkan sebagai larangan. Itu yang mengkhawatirkan kami sebagai seniman jaipong," kata Gugum Gumbira, tokoh jaipong asal Bandung.
Gugum juga mengaku heran jika goyang jaipong disebut mengumbar syahwat. Baginya, goyangan sang penari jaipong merupakan sebuah ungkapan kondisi masyarakat di Jawa Barat yang diekspresikan dalam sebuah gerak tari.
"Tidak benar atuh kalau goyangan bujur (bokong) bisa mengajak mesum. Yang ada, kata-kata yang bisa mengajak orang untuk berbuat mesum," ujar Gugum pendiri sanggar jaipong 'Jugala'.
Itu sebabnnya pandangan gubernur yang menganggap tari jaipong bisa mengumbar birahi dikatakan Gugum tidak beralasan.
Dosen tari STSI Bandung Mas Nanu Muda juga sepakat dengan Gugum. Menurutnya, goyang jaipong bukan bermaksud mengumbar seksualitas. Tapi sebagai teknik tarian yang sepadu dengan irama gendang.
Setiap gerak tari jaipong punya makna tertentu yang ada di masyarakat Jawa Barat yang agraris. Melak dan ngala yang berarti menanam dan memetik selama ini menjadi dasar munculnya sebuah gerak tari jaipong. Kalau iramanya lambat itu perlambang dari kesabaran. Sedangkan gerakan cepat bermakna wujud rasa syukur.
"Goyang jaipong itu merupakan lambang kesuburan. Jadi jangan cuma lihat geraknya saja. Karena setiap gerak jaipong ada makna filosofisnya," kata Nanu Muda.
Adanya pembatasan gerakan khas jaipong, menurut para seniman Jawa Barat, sama saja membatasi bentuk sabar dan syukur yang tertuang dalam sebuah tari. Padahal budaya tersebut sudah sejak ratusan tahun melekat di masyarakat Pasundan.
Ubah gaya makan. Adakalanya berdiet merupakan sebuah keputusan yang salah. Karena tidak sedikit yang ketika berhasil menjalankan diet lalu kembali gemuk karena “balas dendam” terhadap makanan Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah mengubah gaya makan. Kebiasaan yang perlu dijalankan lainnya adalah mengganti kebiasaan menyemil dengan buah-buahan yang segar. So, pastikan selalu tersedia buah segar yang siap disantap ketika keinginan menyemil muncul. Jika buah-buahan cukup merepotkan bisa digantikan dengan selalu tersedianya air putih segar.
Ubah gaya hidup. Selain mengubah gaya makan, kita pun perlu mengubah gaya hidup agar lebih sehat. Tips sederhana yang paling mudah adalah membiasakan menarik nafas dalam-dalam. Aktivitas ini dapat dilakukan dipagi hari maupun disetiap ada kesempatan. Dan Cari kegiatan fisik yang menyenangkan seperti bermain bulu tangkis atau olah raga lainnya. Namun yang terpenting adalah jadikan kegiatan ini sebagai rutinitas. Tips yang paling sederhana adalah tidur dan bangun tepat waktu. Tidur dibiasakan sekitar jam 10 malam dan bangun jam 4 pagi, namun disesuaikan dengan kebutuhan. Yang penting adalah waktu tidur menjadi rutin. Langkah selanjutnya adalah memastikan agar mendapat tidur yang pulas
Jangan menyerah! Tips terakhir adalah bila sudah merencanakan langkah-langkah untuk mendapatkan hidup sehat (dari sumber manapun), jangan menyerah! Mengubah gaya makan dan hidup merupakan proses yang tidak mudah dan juga tidak sebentar. Carilah tips kesehatan yang sesuai dengan dirimu agar bisa dijalankan dengan senang hati. Pastikan kamu menjalaninya dengan suasana menyenangkan.
Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan.
Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenaran terhadap sesuatu.
Aqidah Secara Syara’ Yaitu beriman kepada Allah, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, para Rasulnya, dan kepada hari Akhir serta kepada qadar baik yang baik maupun yang buruk (rukun iman). Dalilnya adalah 1. QS. Al Kahfi: 110 2. QS Az Zumar: 65 3. QS. Az Zumar: 2-3 4. QS. An Nahl: 36 5. QS. Al A’raf: 59,65,73, 85
Aqidah secara terminology Aqidah Pembenaran yang dapat diterima secara umum (aksioma) oleh manusia berdasarakan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran.
B. SUMBER-SUMBER AQIDAH YANG BENAR DAN MANHAJ SALAF (Ahlus Sunnah wal Jama’ah ) DALAM MENGAMBIL AQIDAH
Aqidah adalah tauqifiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas kepada apa yang ada di dalam al-Quran dan as-Sunnah. Sebab tidak seorangpun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah sendiri. Dan tidak ada seorangpun sesudah Allah yang mengetahui tentang Allah selain Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam. Oleh karena itu manhaj as-Salafush Shalih dan para pengikutnya dalam mengambil aqidah terbatas pada al-Quran dan as-Sunnah.
C. ISTILAH-ISTILAH LAIN TENTANG AQIDAH
1. Iman Yaitu, sesuatu yang diyakini di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota tubuh. 2. Tauhid Artinya, mengesakan Allah (Tauhidullah). 3. Ushuluddin Artinya, pokok-pokok agama 4. Fiqh Akbar Artinya, fiqh besar. Istilah ini muncul berdasarkan pemahaman bahwa tafaqquh fiddin yang diperintahkan Allah dalam surat At-Taubah ayat 122, bukan hanya masalah fiqih, tentu dan lebih utama masalah aqidah. Dikatakah fiqh akbar, adalah untuk membedakannya dengan fiqh dalam masalah hukum. (Kuliah Aqidah Islam, Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag., Lc.)
C. BEBERAPA KAIDAH AQIDAH
1. Apa yang saya dapat dengan indera saya, saya yakini adanya, kecuali bila akal saya mengatakan ”tidak” berdasarkan pengalaman masa lalu. 2. Keyakinan, di samping diperoleh dengan menyaksikan langsung, juga bisa melalui berita yang diyakini kejujuran si-pembawa berita. 3. Anda tidak berhak memungkiri wujudnya sesuatu, hanya karena anda tidak bisa menjangkaunya dengan indera mata. 4. Seseorang hanya bisa mengkhayalkan sesuatu yang sudah pernah dijangkau oleh inderanya. 5. Akal hanya bisa menjangkau hal-hal yang terikat dalam ruang dan waktu. 6. Iman adalah fitrah setiap manusia. 7. Kepuasan materiil di dunia sangat terbatas 8. Keyakinan pada hari akhir adalah konsekuensi logis dari keyakinan tentang adanya Allah. (Kuliah Aqidah Islam, Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag., Lc.)
D. PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA-CARA PENANGGULANGANNNYA
Sebab-Sebab Penyimpangan dari Aqidah Shahihah, yaitu:
1. Kebodohan terhadap aqidah shahihah, karena tidak mau mempelajari dan mengajarkannya, atau karena kurangnya perhatian terhadapnya. Sehingga tumbuh generasi yang tidak mengenal aqidah shahihah dan juga tidak mengetahui lawan atau kebalikannya. Akibatnya, mereka menyakini yang haq sebagai sesuatu yang batil dan yang batil dianggap sebagai yang haq. Sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Khatab radliyallahu ’anhu : ” Sesungguhnya ikatan simpul Islam akan pudar satu demi satu manakala di dalam Islam terdapat orang yang tumbuh tanpa mengenal kejahiliyahan”. 2. Ta’ashshub (fanatik) kepada sesuatu yang diwarisi dari bapak dan nenek moyangnya, sekalipun hal itu batil, dan mencampakkan apa yang menyalahinya, sekalipun hal itu benar. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 170, yang artinya: ”Dan apabila dikatakan kepada mereka, ’ikutilah apa yang telah diturunkan Allah ’, mereka menjawab, ’(tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.’ (Apakah mereka akan mengikuti juga ), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” 3. Taqlid Buta Dengan mengambil pendapat manusia dalam masalah aqidah tanpa megetahui dalilnya dan tanpa menyelidiki seberapa jauh kebenarannya. 4. Ghuluw (berlebihan) Dalam mencintai para wali dan orang-orang shalih, serta mengangkat mereka di atas derajat yang semestinya, sehingga menyakini pada diri mereka sesuatu yang tidak mampu dilakukan kecuali oleh Allah, baik berupa mendatangkan kemanfaatan maupun meolak kemudharatan. Juga menjadikan para wali itu perantara antara Allah dan makhlukNya, sehingga sampai pada tingkat penyembahan para wali tersebut dan bukan menyembah Allah. 5. Ghaflah (lalai) Terhadap perenungan ayat-ayat Allah yang terhampar di jagat raya ini (ayat-ayat kauniyah) dan ayat-ayat Allah yang tertuang dalam kitabNya (ayat-ayat Qura’niyah). Di samping itu, juga terbuai dengan hasil teknologi dan kebudayaan, sampai-sampai mengira bahwa itu semua adalah hasil kreasi manusia semata, sehingga mereka mengagung-agungkan manusia dan menisbatkan seluruh kemajuan ini kepada jerih payah dan penemuan manusia semata. 6. Pada umumnya rumah tangga sekarang ini kosong dari pengarahan yang benar menurut Islam. 7. Enggannya media pendidikan dan media informasi melaksanakan tugasnya. Kurikulum pendidikan kebanyakan tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap pendidikan agama Islam, bahkan ada yang tidak peduli sama sekali. Sedangkan media informasi, baik cetak maupun elektronik berubah menjadi sarana penghancur dan perusak, atau paling tidak hanya memfokuskan pada hal-hal yang bersifat meteri dan hiburan semata. Tidak memperhatikan hal-hal yang dapat meluruskan moral dan menanamkan aqidah serta menangkis aliran-aliran sesat.
Cara-cara penanggulangan penyimpangan aqidah adalah dengan : 1. Kembali pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam untuk mengambil aqidah shahihah. Sebagaimana para Salafush Shalih mengambil aqidah mereka dari keduanya. Tidak akan dapat memperbaiki akhir umat ini kecuali apa yang telah memperbaiki umat terdahulunya. Juga dengan mengkaji aqidah golongan yang sesat dan mengenal syubuhat-syubuhat mereka untuk kita bantah dan kita waspadai, karena siapa yang tidak mngenal keburukan, ia dikhawatirkan terperosok ke dalamnya. 2. Memberi perhatian pada pengajaran aqidah shahihah, aqidah salaf, di berbagai jenjang pendidikan. Memberi jam pelajaran yang cukup serta mengadakan evaluasi yang ketat dalam menyajikan materi ini. 3. Harus ditetapkan kitab-kitab salaf yang bersih sebagai materi pelajaran. Sedangkan kitab-kitab kelompok penyeleweng harus dijauhkan. 4. Menyebar para da’i yang meluruskan aqidah umat Islam dengan mengajarkan aqidah salaf serta menjawab dan menolak seluruh aqidah batil.
Maroji’
Buku Kuliah Aqidah Islam, Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag., Lc.
Buku Teks Agama Islam untuk Perguruan Tinggi, Bulan Bintang
Aku bukanlah siap-siapa. Lahir dari keluarga sederhana di sebuah desa di Lahir dan besar kan di Desa Sungai Jaga A, 31 agustus 1989. Anak pertama dari 3 bersaudara. masih dalam penjajakan ilmu keperawatan, semoga apa yang diinginkan orang tua ku bisa tercapai